INDRAMAYU – SMK NU KRPL, sebuah lembaga pendidikan kejuruan yang berbasis pada nilai-nilai Nahdlatul Ulama, telah melangkah maju dalam dunia riset akademik dengan meluncurkan proyek penelitian inovatif yang melibatkan kolaborasi intensif antara dosen dan mahasiswa. Penelitian yang berfokus pada pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan ini telah menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan, dengan peningkatan produktivitas pertanian lokal mencapai 40 persen dalam waktu uji coba lima bulan terakhir.
Penelitian yang dimulai sejak November 2025 ini merepresentasikan komitmen SMK NU KRPL untuk tidak hanya memberikan pendidikan kejuruan berkualitas, tetapi juga berkontribusi secara aktif dalam menyelesaikan permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat pertanian di Kabupaten Indramayu. Dengan latar belakang geografis yang kaya akan lahan pertanian, SMK NU KRPL menganggap tanggung jawab untuk mendukung peningkatan kesejahteraan petani lokal sebagai bagian integral dari misi pendidikan kejuruan mereka.
Latar Belakang Penelitian dan Identifikasi Masalah
Kabupaten Indramayu, yang dikenal sebagai salah satu pusat produksi padi terbesar di Jawa Barat, menghadapi berbagai tantangan dalam sektor pertanian modern. Meskipun memiliki potensi alam yang besar, mayoritas petani lokal masih mengandalkan metode pertanian konvensional yang kurang efisien dan berisiko tinggi terhadap perubahan iklim. Rendahnya adopsi teknologi pertanian modern, keterbatasan akses informasi, serta tingginya biaya input produksi menjadi faktor utama yang menghambat peningkatan produktivitas dan pendapatan petani.
Melihat kondisi tersebut, tim dosen dari Program Studi Agribisnis dan Program Studi Teknologi Pertanian SMK NU KRPL, dipimpin oleh Kepala Program Studi Agribisnis Ir. Syaiful Hidayat, M.T., merasa terpanggil untuk mengambil inisiatif penelitian yang tidak hanya akademis tetapi juga praktis dan langsung memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Kami memulai penelitian ini dengan pertanyaan sederhana: bagaimana caranya kami bisa membantu petani Indramayu menghasilkan panen yang lebih berlimpah dengan biaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan?” ungkap Ir. Syaiful Hidayat dalam wawancara eksklusif dengan media kampus pada Rabu, 2 April 2026, di kantor Program Studi Agribisnis SMK NU KRPL.
Kerangka Penelitian dan Metodologi
Penelitian inovatif yang diberi nama “Program Optimalisasi Pertanian Berkelanjutan (POPB)” ini dirancang dengan melibatkan 35 mahasiswa dari berbagai tingkat, mulai dari kelas X hingga kelas XII, serta 12 dosen dan tenaga ahli dari berbagai bidang keahlian. Program ini menggabungkan teori-teori pertanian modern dengan praktik lapangan langsung, menciptakan ekosistem pembelajaran yang dinamis dan berorientasi pada solusi nyata.
Metodologi penelitian POPB berfokus pada tiga aspek utama: pertama, pengembangan dan adaptasi teknologi irigasi hemat air berbasis sensor IoT (Internet of Things) yang dapat mengoptimalkan penggunaan air irigasi; kedua, formulasi pupuk organik lokal berbasis limbah pertanian yang dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia impor; dan ketiga, sistem manajemen data pertanian berbasis aplikasi mobile yang memudahkan petani dalam memantau kondisi lahan dan membuat keputusan pertanian yang tepat.
Mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini ditugaskan untuk melakukan studi lapangan langsung ke 45 lahan pertanian padi milik petani kecil di lima desa berbeda di Indramayu: Desa Cibalung, Desa Cibadak, Desa Tembuku, Desa Purwadadi, dan Desa Karangmulya. Mereka tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga melakukan edukasi langsung kepada petani tentang penggunaan teknologi dan metode pertanian berkelanjutan yang sedang dikembangkan.
“Mahasiswa kami belajar bukan hanya dari buku teks, melainkan dari lapangan. Mereka memahami langsung tantangan yang dihadapi petani dan berinovasi untuk menciptakan solusi yang aplikatif dan mudah diadopsi,” jelas Siti Nurhaliza, M.Sc., Koordinator Program Penelitian Mahasiswa SMK NU KRPL, dalam sesi diskusi panel yang diselenggarakan pada tanggal 3 April 2026.
Inovasi Teknologi Irigasi Hemat Air
Komponen pertama dari penelitian POPB adalah pengembangan sistem irigasi cerdas berbasis sensor teknologi IoT. Sistem ini dirancang untuk mengukur kelembaban tanah secara real-time dan hanya memberikan air irigasi ketika benar-benar diperlukan, mengurangi pemborosan air hingga 35 persen dibandingkan dengan irigasi konvensional.
Tim penelitian, yang dipimpin oleh mahasiswa Agribisnis kelas XII bernama Rizki Pratama, berhasil mengintegrasikan sensor kelembaban tanah dengan platform cloud computing yang memungkinkan petani memantau status irigasi mereka melalui aplikasi smartphone sederhana. “Teknologi ini dirancang dengan fokus pada kemudahan penggunaan untuk petani yang mungkin tidak memiliki latar belakang teknis yang mendalam,” ujar Rizki Pratama saat demonstrasi teknologi di halaman SMK NU KRPL, Selasa, 1 April 2026.
Dalam uji coba di lapangan, sistem irigasi cerdas ini terbukti meningkatkan efisiensi penggunaan air dan secara bersamaan meningkatkan hasil panen padi hingga 28 persen. Biaya implementasi awal yang relatif tinggi juga berhasil diminimalkan melalui desain yang modular dan dapat disesuaikan dengan kondisi finansial petani individual.
Inovasi Formulasi Pupuk Organik Lokal
Komponen kedua penelitian POPB adalah pengembangan pupuk organik lokal yang diformulasi dari limbah pertanian seperti jerami padi, sekam, dan kotoran ternak yang berlimpah di komunitas petani Indramayu. Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Bambang Suryanto, Ph.D., seorang ahli kesuburan tanah dan biologi tanah yang telah mengabdi di SMK NU KRPL selama 14 tahun.
“Petani Indramayu memiliki akses mudah terhadap limbah organik, tetapi mereka belum memahami potensi limbah ini sebagai sumber pupuk berkualitas tinggi. Penelitian kami menunjukkan bahwa dengan proses fermentasi sederhana menggunakan mikroorganisme lokal, limbah pertanian dapat ditransformasi menjadi pupuk yang kaya nutrisi dan dapat meningkatkan kesehatan tanah dalam jangka panjang,” jelas Dr. Bambang Suryanto dalam workshop yang diselenggarakan di aula SMK NU KRPL pada Kamis, 3 April 2026.
Tim penelitian berhasil mengembangkan tiga formula pupuk organik yang sesuai dengan kebutuhan spesifik tanah dan tanaman padi di Indramayu. Formula tersebut tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga mengurangi biaya input produksi petani hingga 22 persen, karena bahan baku diperoleh dari sisa limbah pertanian yang sebelumnya dianggap sampah. Dalam jangka panjang, penggunaan pupuk organik lokal juga meningkatkan kualitas tanah dan keberlanjutan lingkungan pertanian.
Aplikasi Mobile untuk Manajemen Data Pertanian
Komponen ketiga dan yang paling inovatif dari penelitian POPB adalah pengembangan aplikasi mobile bernama “TaniSmartID”, sebuah platform manajemen data pertanian yang dirancang khusus untuk petani dengan antarmuka yang user-friendly dan fitur-fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan praktis pertanian di Indonesia.
Aplikasi ini dikembangkan oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi SMK NU KRPL di bawah bimbingan Ir. Hendra Wijaya, M.Kom., seorang dosen senior dengan pengalaman 12 tahun di industri teknologi informasi. “TaniSmartID memungkinkan petani untuk mencatat seluruh aktivitas pertanian mereka—mulai dari penyiapan lahan, penanaman, pemupukan, pengendalian hama, hingga panen—dalam satu platform terintegrasi. Dengan data yang terorganisir, petani dapat membuat keputusan yang lebih baik, memprediksi hasil panen dengan lebih akurat, dan akhirnya meningkatkan pendapatan mereka,” tutur Ir. Hendra Wijaya.
Fitur unggulan TaniSmartID mencakup sistem peringatan dini untuk ancaman hama dan penyakit, rekomendasi fertilisasi berbasis data tanah, kalkulasi otomatis biaya produksi, dan koneksi langsung dengan pembeli potensial. Dalam uji coba, aplikasi ini berhasil meningkatkan efisiensi manajemen pertanian petani peserta penelitian dan membantu mereka mengakses pasar yang lebih luas.
Dampak dan Hasil Penelitian
Setelah lima bulan pelaksanaan dari November 2025 hingga Maret 2026, penelitian POPB telah menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Data kuantitatif menunjukkan peningkatan produktivitas pertanian padi di lahan-lahan percobaan mencapai rata-rata 40 persen, dengan beberapa lahan bahkan mencapai peningkatan 52 persen.
Secara spesifik, hasil penelitian menunjukkan hal-hal berikut: pertama, penurunan penggunaan air irigasi sebesar 35 persen dengan peningkatan hasil panen 28 persen; kedua, pengurangan biaya pupuk kimia hingga 22 persen berkat substitusi dengan pupuk organik lokal, dengan peningkatan hasil panen 18 persen; dan ketiga, peningkatan efisiensi manajemen pertanian sebesar 41 persen melalui penggunaan aplikasi TaniSmartID.
Selain dampak ekonomi langsung, penelitian ini juga menunjukkan dampak lingkungan yang positif. Pengurangan penggunaan pupuk kimia dan air irigasi berhasil menurunkan emisi karbon pertanian sebesar 31 persen dan mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem perairan lokal. Tanah di lahan-lahan penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal kandungan bahan organik dan aktivitas biota tanah.
“Apa yang paling membanggakan adalah melihat petani lokal dengan antusias mengadopsi teknologi dan metode yang kami kembangkan. Mereka tidak merasa ditolakkan atau kesulitan dalam menggunakan inovasi ini, tetapi justru merasa diberdayakan dan optimis tentang masa depan pertanian mereka,” ungkap Kepala Sekolah SMK NU KRPL, Dr. Irfan Setiawan, S.Pd., M.Pd., dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 2 April 2026.
Melibatkan Mahasiswa dalam Penelitian Riil
Salah satu aspek paling berharga dari penelitian POPB adalah peran sentral yang dimainkan oleh mahasiswa. Daripada hanya menjadi penonton pasif dalam pembelajaran akademik, mahasiswa SMK NU KRPL menjadi peneliti aktif yang merancang eksperimen, mengumpulkan data, menganalisis hasil, dan menyampaikan temuan mereka.
Salmah Nurdin, mahasiswa kelas XI Program Studi Agribisnis, adalah salah satu dari 35 mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini. “Penelitian ini mengubah cara saya melihat sekolah. Kami tidak hanya belajar teori, tetapi benar-benar membuat perbedaan di komunitas kami. Ketika saya melihat Pak Hendra (nama samaran seorang petani peserta penelitian) berhasil meningkatkan hasil panennya berkat bimbingan kami, saya merasakan kepuasan yang tidak bisa saya dapatkan dari nilai rapor saja,” cerita Salmah dengan antusiasme selama sesi wawancara pada Selasa, 1 April 2026.
Program penelitian ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan skill kepemimpinan, komunikasi, dan problem-solving—kompetensi yang sangat dibutuhkan di dunia kerja industri modern. Beberapa mahasiswa dari penelitian ini sudah mendapatkan tawaran pekerjaan dari perusahaan agroteknologi lokal dan nasional sebelum mereka bahkan lulus dari sekolah.
Rencana Ekspansi dan Keberlanjutan Program
Mengingat kesuksesan penelitian POPB ini, SMK NU KRPL telah merencanakan ekspansi program untuk fase berikutnya. Kepala Program Studi Agribisnis, Ir. Syaiful Hidayat, mengungkapkan bahwa pada tahun akademik 2026-2027, mereka akan memperluas penelitian ini ke 120 lahan pertanian di seluruh Kabupaten Indramayu, serta mengintegrasikan program penelitian ini dengan kurikulum pembelajaran regular agar semua mahasiswa mendapatkan pengalaman penelitian langsung.
“Kami juga sedang mengajukan proposal untuk kerjasama dengan Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu untuk mendapatkan dukungan dana dan kebijakan yang membantu mempercepat adopsi teknologi ini di tingkat komunitas yang lebih luas,” tambah Ir. Syaiful Hidayat.
Selain itu, SMK NU KRPL juga merencanakan untuk mendokumentasikan seluruh proses penelitian POPB dalam bentuk modul pembelajaran dan manual teknis yang dapat diakses oleh sekolah kejuruan lain di Indonesia. Dengan cara ini, inovasi yang dikembangkan di SMK NU KRPL dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi ekosistem pendidikan dan pertanian nasional.
Penutup
Penelitian inovatif yang diluncurkan SMK NU KRPL Indramayu menunjukkan bahwa sekolah kejuruan bukan hanya lembaga yang menyiapkan tenaga kerja, tetapi juga bisa menjadi motor inovasi yang menggerakkan pembangunan ekonomi dan sosial di tingkat lokal. Melalui kolaborasi sinergis antara dosen berpengalaman dan mahasiswa yang penuh semangat, SMK