INDRAMAYU – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) NU KRPL Indramayu kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Kali ini, seorang mahasiswa dari program keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV) berhasil meraih medali emas dalam ajang Kompetisi Desain Grafis Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta, pada 15–17 April 2026.
Prestasi luar biasa ini berhasil diraih oleh Rini Nur Saputri, siswi kelas XII dari SMK NU KRPL, yang mengalahkan 127 peserta dari berbagai sekolah menengah kejuruan di seluruh Indonesia. Rini berhasil menampilkan karya desain yang berjudul “Menggali Warisan: Identitas Visual Batik Indramayu Untuk Era Modern” dengan skor sempurna 98 dari 100 poin, melampaui ekspektasi para juri yang terdiri dari praktisi desain profesional dan akademisi dari universitas terkemuka.
Pencapaian Rini Nur Saputri menjadi momentum penting bagi SMK NU KRPL, yang selama dekade terakhir telah konsisten menghasilkan lulusan berkompeten di bidang vokasi. Sebelumnya, institusi pendidikan yang terletak di Jalan Cipari No. 45, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Indramayu ini juga telah meraih berbagai penghargaan, mulai dari kompetisi tingkat regional hingga nasional dalam bidang otomotif, pariwisata, dan layanan perhotelan.
### Latar Belakang Kompetisi dan Persiapan
Kompetisi Desain Grafis Nasional 2026 merupakan event bergengsi yang diikuti oleh siswa-siswi SMK dengan program keahlian terkait desain visual dari 34 provinsi di Indonesia. Ajang kompetisi ini dirancang untuk mengidentifikasi talenta muda di bidang desain grafis dan memberikan platform bagi mereka untuk menunjukkan kreativitas serta kemampuan teknis dalam menggunakan perangkat lunak desain modern.
Peserta diminta untuk menyelesaikan dua tugas utama dalam waktu 8 jam: pertama, membuat identitas visual lengkap untuk sebuah brand atau produk lokal yang belum pernah ditangani sebelumnya; kedua, mempresentasikan konsep dan proses kreatif mereka di hadapan panel juri yang ketat. Hal yang membedakan kompetisi ini dari tahun-tahun sebelumnya adalah penambahan komponen keberlanjutan desain, di mana peserta harus membuktikan bahwa karya mereka tidak hanya estetis, tetapi juga mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial.
Rini Nur Saputri memulai persiapannya sejak tiga bulan sebelum kompetisi berlangsung. Dia rajin memanfaatkan jam ekstrakurikuler untuk meningkatkan keterampilan menggunakan software desain seperti Adobe Creative Suite (Photoshop, Illustrator, dan InDesign), serta memperdalam pengetahuan tentang teori desain, psikologi warna, dan tipografi. Selain itu, Rini juga secara intensif mempelajari karakteristik batik Indramayu, warisan budaya lokal yang menjadi inspirasi utama karyanya.
“Saya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa batik Indramayu bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga memiliki potensi besar untuk berkembang di era digital modern,” ungkap Rini Nur Saputri ketika diwawancarai di ruang kepala sekolah SMK NU KRPL, Rabu (17 April 2026).
### Karya Unggulan dan Konsep Kreatif
Karya Rini yang memenangkan medali emas berjudul “Menggali Warisan: Identitas Visual Batik Indramayu Untuk Era Modern” menampilkan sistem identitas visual yang komprehensif untuk sebuah brand batik lokal fiktif bernama “Indramaya Heritage.” Karya ini mencakup logo yang elegan, palet warna yang harmonis dengan inspirasi motif tradisional, tipografi khusus, panduan brand book lengkap, dan beberapa aplikasi desain dalam konteks kemasan produk dan materi pemasaran digital.
Yang menjadi keunikan dari karya Rini adalah bagaimana dia berhasil mengintegrasikan motif batik tradisional Indramayu ke dalam desain kontemporer tanpa menghilangkan identitas budaya lokal. Logo yang dirancangnya menggabungkan elemen geometris modern dengan pola batik khas Indramayu, menciptakan visual yang tidak hanya indah secara estetis, tetapi juga menceritakan kisah budaya dan tradisi.
Dalam presentasinya di depan juri, Rini menjelaskan dengan detail setiap keputusan desain yang diambil. Dia menunjukkan bagaimana penelitian etnografi tentang motif batik Indramayu mempengaruhi pilihan bentuk dan warna, serta bagaimana sistem identitas visual yang dikembangkannya dapat diterapkan secara fleksibel di berbagai media, dari cetak tradisional hingga platform digital modern.
“Rini mendemonstrasikan pemahaman yang mendalam tentang proses desain strategis. Dia tidak hanya membuat desain yang cantik, tetapi juga dapat mengartikulasikan reasoning di balik setiap keputusan. Itulah yang membedakan pemenang emas dari peserta lainnya,” kata Drs. Bambang Soemartono, salah satu anggota juri yang merupakan desainer grafis berpengalaman dari Jakarta dan pernah bekerja dengan brand-brand internasional.
### Dukungan Institusional dan Program Pendidikan
Prestasi Rini Nur Saputri bukan kebetulan, melainkan hasil dari sistem pendidikan yang terstruktur dengan baik di SMK NU KRPL. Program keahlian Desain Komunikasi Visual di sekolah ini didukung oleh fasilitas laboratorium komputer modern dengan 40 unit komputer standar industri, software berlisensi resmi, dan perangkat pendukung seperti tablet grafis dan printer berkualitas tinggi.
Kepala SMK NU KRPL, Drs. H. Ahmad Rijali, M.Pd., menyatakan bangga atas pencapaian siswanya ini. “Prestasi Rini adalah bukti nyata dari komitmen SMK NU KRPL terhadap keunggulan pendidikan vokasi. Kami tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga mengembangkan karakter siswa untuk menjadi innovator dan problem-solver yang dapat berkontribusi pada pembangunan masyarakat,” jelasnya dalam sebuah wawancara formal di kantornya, Kamis (17 April 2026).
Lebih lanjut, Kepala Sekolah menjelaskan bahwa kurikulum DKV di SMK NU KRPL telah disesuaikan dengan standar industri internasional dan terus diperbarui mengikuti perkembangan teknologi desain terkini. Siswa-siswi tidak hanya belajar dari teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis melalui project-based learning dan kerjasama dengan industri kreatif lokal dan nasional.
“Kami memiliki 12 guru dengan sertifikasi internasional di program DKV, beberapa di antaranya adalah praktisi desain aktif yang masih menjalankan bisnis kreatif mereka sendiri. Hal ini memastikan bahwa kurikulum kami selalu relevan dengan kebutuhan industri,” tambah Ahmad Rijali.
### Peran Pembimbing dan Lingkungan Belajar
Di balik kesuksesan Rini, terdapat peran signifikan dari guru pembimbingnya, Siti Nurhaliza, S.Pd., yang merupakan desainer grafis profesional dengan pengalaman 15 tahun di industri kreatif. Siti Nurhaliza mengakui bahwa kesuksesan Rini adalah hasil dari dedikasi dan kerja keras siswa itu sendiri, namun juga dari pendekatan pembelajaran yang holistik.
“Rini adalah siswi yang intrinsik motivated. Dia tidak hanya mengikuti pelajaran di kelas, tetapi juga secara mandiri mencari referensi desain, mempelajari trend industri, dan terus bereksperimen dengan berbagai teknik desain. Tugas saya adalah membimbing, memberikan feedback konstruktif, dan membuka akses ke sumber daya yang diperlukan,” ujar Siti Nurhaliza ketika ditemui di studio desain sekolah pada Kamis sore.
Siti Nurhaliza juga menekankan pentingnya lingkungan belajar yang suportif. “SMK NU KRPL memiliki budaya yang menghargai kreativitas dan inovasi. Setiap siswa didorong untuk mengeksplorasi ide-ide baru dan tidak takut mengambil risiko dalam proses kreatif. Saya pikir inilah yang memungkinkan Rini dan siswa-siswi lainnya untuk bersinar,” katanya.
### Dampak Terhadap Reputasi Kampus dan Masa Depan
Medali emas yang diraih Rini Nur Saputri akan memiliki dampak signifikan terhadap reputasi SMK NU KRPL di tingkat nasional. Prestasi ini diharapkan dapat meningkatkan minat calon siswa untuk mendaftar ke program DKV sekolah, sekaligus memperkuat posisi SMK NU KRPL sebagai salah satu institusi pendidikan vokasi terbaik di Indonesia Timur.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Drs. Eka Prasetyo, M.Pd., mengungkapkan bahwa pihak sekolah sudah merencanakan beberapa langkah strategis untuk memaksimalkan momentum ini. “Kami akan memperluas kerjasama dengan industri kreatif, menambah fasilitas laboratorium, dan meningkatkan kualitas pengembangan profesional guru-guru kami. Pada tahun depan, kami menargetkan minimal dua siswa SMK NU KRPL berkompetisi di ajang sejenis dan meraih medali,” jelas Eka Prasetyo.
Sementara itu, Rini sendiri merencanakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dia tertarik untuk masuk ke salah satu program Desain Komunikasi Visual di universitas ternama di Jakarta atau Bandung, sambil terus mengembangkan passion-nya dalam bidang desain grafis dan branding.
“Saya ingin menjadi desainer yang tidak hanya berbakat secara teknis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu UMKM lokal mengembangkan brand mereka. Saya percaya bahwa desain yang baik dapat menjadi kekuatan untuk perubahan sosial dan ekonomi,” ungkap Rini dengan antusiasme.
### Implikasi Lebih Luas untuk Pendidikan Vokasi
Prestasi Rini Nur Saputri juga memiliki implikasi yang lebih luas untuk pendidikan vokasi di Indonesia. Dalam konteks kebijakan pendidikan nasional yang semakin mengutamakan keterampilan praktis dan relevansi industri, keberhasilan SMK NU KRPL menunjukkan bahwa institusi vokasi tidak harus tertinggal dalam hal inovasi dan mutu pendidikan dibandingkan dengan sekolah umum atau universitas.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, melalui Kepala Dinas, Drs. Sutrisno, juga merespons dengan positif prestasi ini. “Kami sangat apresiasi terhadap pencapaian SMK NU KRPL. Ini membuktikan bahwa investasi dalam infrastruktur dan pengembangan SDM di sektor pendidikan vokasi memberikan hasil yang nyata. Kami berkomitmen untuk terus mendukung sekolah-sekolah menengah kejuruan di Jawa Barat untuk mencapai standar keunggulan yang sama,” katanya dalam sebuah pernyataan resmi kepada media.
### Penutup
Medali emas yang diraih Rini Nur Saputri dalam Kompetisi Desain Grafis Nasional 2026 bukan hanya prestasi individu, tetapi juga representasi dari upaya sistemik SMK NU KRPL dalam memberikan pendidikan berkualitas tinggi. Pencapaian ini menginspirasi siswa-siswi lainnya untuk terus bersemangat dalam mengembangkan potensi mereka, sekaligus memperkuat komitmen SMK NU KRPL sebagai wadah pengembangan talenta muda Indonesia di bidang vokasi.
Dengan terus berinovasi dalam kurikulum, meningkatkan kualitas pengajar, dan menyediakan fasilitas terbaik, SMK NU KRPL membuktikan bahwa pendidikan vokasi adalah investasi yang berharga bagi masa depan bangsa. Rini Nur Saputri adalah salah satu dari banyak siswa SMK NU KRPL yang siap berkontribusi pada pembangunan industri kreatif Indonesia.
Ke depannya, semoga prestasi ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan standar pendidikan vokasi di Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang mungkin masih tertinggal dari pusat-pusat ekonomi besar seperti Jakarta dan Surabaya. Dengan talenta-talenta seperti Rini, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri kreatif digital global.
—
Informasi Tambahan:
– Tanggal Penulisan: 17 April 2026
– Lokasi: SMK NU KRPL, Indramayu, Jawa Barat
– Narasumber: Rini Nur Saputri (pemenang), Drs. H. Ahmad Rijali M.Pd. (Kepala Sekolah), Siti Nurhaliza S.Pd. (Guru Pembimbing), Drs. Bambang Soemartono (Anggota Juri), Drs. Eka Prasetyo M.Pd. (Wakil Kepala Sekolah)